Prihatin dengan Pemira Fisip UI

2009 November 25
by suprai

Orang sah-sah saja kalau banyak yang prihatin dengan pemira fisip tahun 2010 ini. Ada banyak hal yang menjadikan keprihatinan tersebut,yang antara lain kurang semaraknya pemira baik dari sisi pendaftaran kandidat, publikasi yang kurang semangat sampai minimnya partisipasi mahasiswa fisip untuk melangkahkan kakinya ke TPS.
Sampai hari ke dua penyontrengan baru 649 mahasiswa yang memberikan suaranya.

Baik KPR maupun BPM pada nantinya akan punya PR bila ternyata total jumlah suara yang masuk tidak bisa melebihi 30 persen suara fisip yang berarti 1075 suara. Dalam kasus bila terjadi hanya satu kandidat yang maju,maka, apabila tidak mencapai batas minimal 30 persen itu, maka kandidat tunggal tersebut tidak legitimate atau kalah sama kandidat golput. Pertanyaannya adalah, bagaimana bila kandidat juga lebih dari satu tapi partisipasi tidak bisa mencapai 30 persen? dengan analogi bahwa satu kandidat tidak legitimate tanpa bisa memenuhi kuota 30 persen, maka pemira tahun ini juga tidak legitimate karena jumlah total suara masuk tidak mencapai 30 persen.

Sebenarnya ada apa dengan pemira tahun ini?
Partisipasi yang kecil dari anak2 fisip nantinya tidak bisa dijadikan alasan atas pencapaian pemira. Anak-anak fisip memang sudah dari dulu dikenal apatis,bukan sekarang aja. Ibaratnya kemacetan Jakarta,tidak bisa dijadikan alasan kenapa seorang dosen terlambat masuk kelas. Dari tahun 2000 juga Jakarta udah macet. Untuk itulah sebenarnya panitia Pemira perlu merangsang partisipasi ini dengan kreatifitas yang menarik dan bertindak out of the box. Bukan justru dengan membuat banyak tatib yang kesannya bagi saya seperti upaya agar bisa bekerja minimal. Apabila tahun lalu pemira fisip bisa menembus sekitar 1800 suara,dan tahun sebelumnya juga bisa tembus 1500-an suara,maka untuk tahun ini saya meragukan partisipasinya bisa menembus 1000 suara.

Mungkin para petinggi fisip perlu lagi ngobrolin ini untuk menemukan dimana letak missing-nya. Bukan dalam rangka mencari siapa yang salah. Saya yakin semua sudah bekerja dengan baik,tapi mungkin ada arah yang belum sesuai atau belum tergarap dengan baik sehingga seperti terkesan jalan satu kaki saja.
Perlu untuk dijadikan masukan adalah sekarang common sense seperti apa si yang ada di anak-anak fisip tentang pemira kali ini?kali aja ada yang belum terbuka matanya terhadap persepsi atas pemira fisip tahun ini.

tanda kebesaran yang terlewatkan

2009 October 30
by suprai

akibat gempa sumbar

Tanda-tanda kebesaran seringkali dimaknai sebagai hal yang common sense.Apakah tanda-tanda itu terlalu sering frekuensinya sehingga orang menjadi tidak sensitif lagi? Seperti bencana gempa akhir-akhir ini,merupakan tanda kebesaran di luar klaim kebesaran yang dapat dijangkau manusia.

Mungkin karena sudah terlalu sering sehingga menjadi biasa dan tak nampak lagi sebagai tanda kebesaran? Atau perlu menunggu dapat giliran menjadi korban dulu sehingga dapat memahami betul tanda kebesaran itu dan merombak untuk ditata kembali keyakinan selama ini. Orang banyak sudah sedang bingung bagaimana hunian tak layak ditempati ini mau diapakan.Kalaulah sudah hancur rata dengan tanah,belum juga berpikir mau bangun lagi,gempa masi ada. Kalaulah ini belum roboh betul,tentulah butuh biaya lagi buat merobohkan semuanya dahulu,baru dibangun lagi.

Ini memang tentang orang lain,yang mungkin saja tak da hubungan dengan kita di seberang negeri.Tapi taukah dengan bingungnya mereka kita dapat banyak rezeki? Tivi contohnya, tak kurang stok berita dan stok orang untuk dramatisasinya.Tentulah mereka beroleh rating dari musibah yang menimpa orang2 itu.Belum lagi sumbangan pemirsa yang penyalurannya tidak terawasi,pernah kita bisa akses auditnya?kecuali dari tayangan dia sendiri tentang penyaluran dananya yang tak jarang subjektif dan justru demi tujuan pencitraan tivi itu sendiri.

Bagi perusahaan2 besar dimana kita banyak jadi bagiannya beramai urun nama dan sumbangan dengan judul besar2 “bla bla bla peduli” yang lantas dijadikan slot iklan untuk beroleh nama dan citra baik. Juga orang yang menjadi korban itu menjadi komoditi buat orang macam kita untuk beroleh perhatian dari pemerintah dengan mencela kinerja dsb caper bak pahlawan kesiangan.Tapi tiba2 bungkam ketika ditawari posisi.Juga bagi pemerintah sendiri,kondisi bencana darurat membuat orang beralasan laporan keuangan juga dilakukan versi “darurat” yang abai terhadap transparansi dan dekat dg korupsi.

Ya lama2 pembicaraan ini membosankan.Hilang sendiri esensi kebesaran yang baru ditunjukkan itu dimaksudkan untuk apa dan orang2 itu tetap bingung bagaimana membangun rumah kembali dan beroleh susu dan selimut buat anak2nya yang kedinginan di malam hari.

Sprint 1500 Meter

2009 October 5
by suprai

Kaget sekali tahu ternyata badan dan nafas gak tahan seperti yang dikira. Sprint 1500 meter, yang berarti hampir 4 kali lintasan stadion UI ngingetin kalau sesuatu itu mesti pakai persiapan yang tak cukup sehari dua hari. Bahkan hanya untuk berlari sekalipun.

Ketika awak sendiri tersepona dengan masa lalu dimana sanggup sekitar tujuh lintasa stadion UI dengan kecepatan yang lumayan, jadilah berpikir pertimbangan “bisalah kalau hanya 3,5 lintasan”. Ternyata apa? pikir sendiri tentang masa lalu, orang lain sudah berlari jauh dengan sprint kencang konstan dan nafas tahan lama. Awak baru satu setengah lintasa gak kuat untuk kecepatan sprint yang juga masih kalah cepat dengan lawan. Maunya kecepatan joging aja. Ini sprint, bukan joging woooyy..ah yasudlah.

Tak beda jauh ketika turun di kecepatan 800 meter, sama pula lintasan kedua sudah ngos-ngosan.HMmm…

Tapi,,yang penting sudah berkontribusi untuk komunikasi. Ikutan happy dan badan bisa seger dan tidur nyenyak. Yang jadi kesel justru sama JOY neh,kurang asem dia. nyuruh-nyuruh orang datang tapi dianya ngabur dan hape dimatiin.Pasti tar kalau ditanya ada aja alasannya.Lah padahal uda janji mau datang.Ah Joy, jangan2 gak mau dtang biar ga ketauan nafas tuanya kalau lari sprint ya?asemik!
teman seangkatan di mapala ini aja ada cara buat gak ilang muka di depan caang…

Mikirnya Anak Motor Bray…

2009 September 13
by suprai

Saya setuju bila mengendarai motor memberikan sensasi tersendiri buat pengendaranya. Beberapa hal yang memicu sensai itu antara lain :
1. Apabila jalanan sedang lenggang dan memungkinkan untuk memacu motor sekencang mungkin. kalau perlu sampai tarikan gas paling mentok.saya sendiri jarang melakukannya.
2. Kalau kebetulan jalanan sedang padat dan mungkin macet,serasa ada seninya naik motor. Karena kita harus bergerak lincah diantara mobil2 yang berjalan pelan atau di antara sesama pengendara motor. Tak jarang harus mengendarai motor dengan zig zag.
3. Ketiga,kalau sedang kebetulan lagi, boncengin cewek yang sedang digebet. Rasanya seperti ingin menunjukkan kelihaiannya naik motor. Jadinya pengen tampil hebat buat menarik hatinya. Cara yang sering dan mudah dilakukan adalah dengan membawa motor dalam kecepatan yang tinggi. Seringnya lupa kalau jalanan jakarta itu kurang cocok untuk kecepatan di atas 80 km/jam.
4. Kalau kebetulan lagi, jalanan berkelok-kelok tajam. Serasa Rossi deh, miring kanan, miring kiri. Salib mobil di tikungan, gak sadar kalau itu sebenarnya berbahaya kalau2 ada mobil dari awah berlawanan. Tapi itu seru banget.

Apapun sensasi itu, tetep saja pakem safety rider mesti dikedepankan. Janganlah mengemudi dengan cara yang tidak aman. Bukan karena apa,tapi bila mengemudinya ugal-ugalan itu membahayakan pengendara lain.

Belum Ada Kejelasan Beswan Djarum di UI

2009 May 21
by suprai
katanyasimylivemyadventure

katanyasimylivemyadventure

Logika corporate yang wealth dengan program manisnya untuk bagi-bagi uang lewat beasiswa menarik untuk ditanggapi. Demokrasi melahirkan kepitalisme, dan iklim yang kapitalistik melahirkan kesenjangan yang membebani demokrasi itu sendiri. Dari sinilah proses rewards dan punishment diasumsikan akan berjalan dengan adil. Begitukah? Nasib orang tidak bisa dikalkulasikan semudah dengan logika keadilan itu. Bagaimana menjelaskan mengapa banyak orang membutuhkan beasiswa? Di lain pihak, bagaimana menjelaskan ada corporate besar menghabiskan miliaran rupiah untuk beriklan akan bagi-bagi beasiswa padahal lebih efektif bila langsung bekerjasama dengan universitas bila memang ingin bagi-bagi uang? Keadilan mempunyai definisinya sendiri yang tidak semua orang berada pada posisi yang sama dengannya.

Dan Selanjutnya??

(Despite that, everybody is moving. The moving that will give us rewards or punishment especially on public perception level of consciousness. Begitu juga dalam usaha perolehan beasiswa. Mungkin benar selalu ada sisi kontroversi dari setiap tindakan. Namun yang jelas,hanya berlaku rumus siapa yang bergerak dia yang berpeluang mendapatkan apa yang menjadi tujuannya—kecuali orang yang ditakdirkan selalu beruntung)

Pengantar di atas hanya untuk membuat rumit kabar tentang beswan Djarum di UI saja. Karena dalam website yang diiklankan oleh Djarum itu, UI termasuk salah satu universitas mitranya dalam program beswan Djarum. Namun, terdengar kabar (saya sendiri masih mengkategorikan kabar ini setengah matang) UI menolak donasi dari perusahaan rokok.

Ketika itu, hari selasa, ada seorang mahasiswa fisip yang menanyakan tentang beasiswa dari Djarum ini. Namun, pihak PPM Fisip sendiri belum tahu apakah beasiswa itu aka nada atau tidak di UI. Kabarnya, hal itu sudah ditanyakan ke pihak rektorat dan dari rektorat pun belum memberikan berita apa-apa tentang beasiswa dari Djarum.

Apakah memang benar UI membulatkan hati dan matanya terhadap donasi dari perusahaan rokok? Padahal dulu di Fisip saya mendengar dari senior pernah ada kegiatan (event) yang didanai oleh starmild di Fisip pada periode dekan yang sekarang menjadi rektor. Kalau benar, ya mungkin perlu untuk diapresiasi. Kalau ternyata welcome juga, kenapa kabar itu belum juga ada?apakah birokrasi untuk info beasiswa belum juga diperbaiki? Membuat target sasaran beasiswa kelimpungan karena batas waktu penyerahan berkas menjadi lebih cepat.

Bila hal kedua yang terjadi, sungguh, terjadi suatu pelanggaran yang serius tapi tidak dianggap serius. Birokrasi! Kata yang kurang saya sukai selama berada di Indonesia.

Anak-anak Korban Bencana Situ Gintung masih Butuh Perhatian

2009 May 19
by suprai
pintu air situ gintung jebol

pintu air situ gintung jebol

Bencana jebolnya pintu air Situ Gintung memang sudah lebih dari satu bulan berlalu. Namun, bencana yang menewaskan lebih dari seratus orang itu tidak serta merta bisa dihilangkan dari benak para korban, terutama bagi anak-anak. Selama paling tidak tiga bulan pasca bencana, merupakan waktu bagi anak untuk mencoba mencerna dan menerima kenyataan bahwa bencana ini menghanyutkan apa yang dimilikinya selama ini. Entah itu mainan kesayangannya, buku-buku pelajarannya bahkan tidak jarang anggota keluarga lainnya, adik, kakak, ayah, ibu dan lainnya.

Dalam tiga bulan awal, trauma seorang anak kemungkinan besar belum terlihat karena waktu-waktu awal ini merupakan waktu untuk mencerna. Setelah itu, baru proses penerimaan terhaap kenyataan ini memberikan efek tambahan bagi anak. Apabila dia ternyata mengingkari kenyataan,sangat besar kemungkinan peristiwa bencana itu membuat anak menjadi traumatis di kemudian harinya. Untuk itulah, bagi anak-anak dibutuhkan sekali perhatian khusus untuk membantunya melewati masa-masa kritis pasca bencana.

Perhatian terhadap anak-anak inilah yang tak jarang luput dari perhatian para relawan atau pihak-pihak yang bertanggung jawab menangani bencana. Begitu juga dengan kasus bencana di Situ Gintung ini. Bantuan begitu banyak mengalir untuk para korban, utamanya logistik seperti makanan, tenda, pakaian, selimut dan lainnya. Namun, bantuan yang secara khusus memperhatikan kebutuhan anak jarang diperhatikan, baik secara bantuan fisik maupun psikologis.

Secara psikologis, anak memerlukan tempat dimana dia bisa merasakan kenyamanan secara emosi. Salah satunya adalah untuk mencurahkan segala kesedihan-kesedihannya dan juga arahan untuk menyikapi bencana ini  dengan sikap-sikap positif. Untuk itulah didirikan posko tempat bermain anak-anak Situ Gintung oleh Yayasan Langkah Kita yang berkantor di jalan RTM Kelapa Dua. Bekerja sama dengan para donatur yang mempercayakan pengelolaan kepadanya dan difasilitasi oleh Kemenpora, posko termpat bermain anak Situ Gintung didirikan dan kini sudah berjalan satu setengah bulan.

Posko direncanakan akan tetap dibangun cukup lama, yaitu tiga bulan. Satu setengah bulan pertama (4 April-17 Mei), posko berada di halaman seorang warga bernama Haji Dalih, di Rt 04 Rw 08 Kampung Gintung. Satu tenda telah disediakan oleh BSMI selama satu setengah bulan pertama tadi. Sementara itu, satu setengah bulan selanjutnya (18 Mei- 30 juni) posko akan dipindahkan di lapangan bulutangkis tidak jauh dari lokasi awal, dengan tenda baru menyewa dari Mapala UI.

Kegiatan utama yang dilaksanakan adalah pendampingan terhadap anak melalui permainan-permainan, kegiatan baca tulis, gambar dan mewarnai, mengaji, silaturahim ke tempat teman-teman lainnya dan sebagainya. Setiap harinya, dijadwalkan ada mentor pendamping dari relawan-relawan antara lain mahasiswa dari UI dan UIN. Jadwal posko buka dari pukul 15.00 sampai maksimal pukul 21.00

Dalam posko ini, memang tidak ditekankan pemberian bantuan secara fisik atau materi seperti baju-baju, sepatu baru atau mungkin makanan. Yang paling utama adalah pendampingan oleh kakak mentor itu, dan mungkin alat-alat peraga mainan anak-anak atau alat peraga belajar lainnya. Juga pendampingan bimbingan belajar anak-anak yang sudah memasuki usia sekolah.

Setiap akhir pekan dilakukan rekapitulasi laporan kegiatan dan data perkembangan anak-anak yang bermain ke posko. Laporan kegiatan itu selanjutnya diteruskan kepada para donatur. Bagi Anda yang tergerak untuk ikut berpartisipasi, bisa mewujudkannya dengan berbagai cara, antara lain ikut menjadi relawan, atau menyumbangkan alat peraga mainan atau alat peraga belajar lain yang sudah tidak terpakai dirumah, atau bisa juga dalam bentuk uang dengan menghubungi saudara Diah dari Yayasan Langkah Kita di nomor telepon 02196259921 atau menghubungi admin blog ini(Supriyatno)  yang juga sebagai koordinator lapangan posko, di nomor telepon 081381091431 atau email: dialsupri@yahoo.co.id

lokasi posko : lapangan bulutangkis Rt 04 Rw 08 Kampung Gintung, belakang kampus UMJ

gede ketiga kalinya

2009 April 30
by suprai

ke gede kali ini 24-26 april 2009, bareng pria-pria komunikasi pencari jati bukan anak laki-laki satu-satunya tidak takut hujan. judul perjalanannya panjang banget emang. dan gak lazim,lagian sejak kapan juga judul mesti lazim kan?anehnya judul itu berkembang tergantung pada siapa dan apa yang jadi bahan ceng-cengan. waktu itu si..(ah jadi buka-buka gini),karena sebagian pria ini kecewa ketua angkatannya gak bisa ikut, alasannya ya, tersirat dan tersuratlah dalam judul perjalanan hasil penambahan itu. sebelumnya judulnya cuma perjalanan pria komunikasi.

jadi pria-pria ini berjumlah lima orang dengan karakter yang pada susah ditebak. baru ketahuan setelah digunung. ternyata banyak temuan-temuan yang menelanjangi kamuflase selama di kampus, dan rata-rata gokil dan semangat.

baru packing jumat sore, padahal jumat itu juga mau berangkat. sungguh jauh dari standar anak mapala. dan kira2 jam delapan lebih dikit baru selesai. trus pada makan nasi padang dulu di warung tegal (ya gak mungkinlah..) baru setelah itu berangkat ke rambutan pakai angkot 112 bayarnya tarif biasa sekalipun tambah carier,cukup 3000 per orang. lantas kita pakai bus doa ibu, langganan salah satu pria peserta. bayar 13.000 sampai di pos cibodas, sebenarnya sampai cipanas pun bayarnya tetep sama. bus ini kayaknya 24 jam dari kampung rambutan. alternatif lain banyak, tapi rekomendasi pakai bus doa ibu atau karunia bakti aja. naik lebih bai dari dalam terminal setidaknya punya waktu cukup luang untuk menata carier dalam bus dan juga bisa milih tempat duduk.

Sokha, lantas kira2 jam 12an lah, sampai di pertigaan cibodas. ada papan penunjuk gede di tengah jalan yang nunjukin taman cibodas. di situ turun lantas carter angkot untuk ke gunung putri. turun emang di cibodas karena mau ambil surat ijin dulu dari green ranger. lantas baru ke putri pake angkot carter itu. waktu itu si tarifnya 50.000 plus 5000 karena si abang angkot minta ongkos tambah. katanya tarif normal 70.000 pokoknya tawar aja, kalau gak mau dengan harga tawaran kita jangan langsung terima aja, cari angkot lain juga masih banyak. pasar bebas, yang bisa kasi harga rendah itu yang kita pilih, lha wong banyak pilihan.

nah, sampai putri baru kita ke pos gede pangrango operation, biasa, urus perijinan dan sedikit cek barang bawaan. catatan ni, kalau bawa piso lipet, kalau bagus bisa ditahan kalau jelek biasanya dikasih lagi?tau kenapa?anda jawab sendiri. uda gitu, lantas diterusin ke camping ground dulu, uda malam soalnya. jam 2an sampai di camping ground dan bikin tenda, jahe anget, nanak nasi buat pagi.trus tidur.

pagi direncanakan jam enem uda berangkat, tapi namanya jua galatuping, gaya lelaki tukang kemping, baru jam sembilanan baru jalan.setelah sarapan, packing, foto begaya dan stretching. jalan lewat putri, pos satu, pos dua pos tuga terlewati. pos empat cukup lama sampainya baru sekitar jam satuan sampai. kemudian ngupi2 dan makan mi serta roti. gak ada buah dan sayur karena pj konsumsi maksain sesuai seleranya yaitu tanpa sayur dan buah.aneh.

setengah dua baru jalan lagi pos lima pos perjuangan, tanjakan lumayan tinggi dan cukup banyak,jam setengah tiga sampai di surken, kita bangun tenda, masak nasi kupi dan sebagainya.trus poto-poto makan malam dan tidur buat muncak esok harinya. jam sembilan bahkan lebih, hampir jam sepuluh baru packingan beres, kita jalan ke puncak gede. kira2 ada satu jam di puncak, jam 1an baru turun lewat cibodas.

jalur cibodas..hmmm tak menyangka ternyata jalurnya panjang banget. memang setelah melewati tanjakan setan dan kandang badak jalannya gak banyak nanjak atau turun yang ekstrem banget. catatan pas abis dari kandang badak itu kan turun ke lembah dari punggungan, jadi kira2 jalurnya selevel sama jalur gunung putri dari pos empat ke pos lima. emang gak se ekstrem tanjakan setan lah.

catatan selanjutnya ps ngelewatin air terjun panas dan dingin. perlu hati2 karena batu-batunya licin dan juga airnya panas. emmm, kalau dengan rute perjalanan ini, emang posibilitinya akan sampai gelap malam belum sampai taman nasional alias harus jalan dalam kegelapan, nah catatan tuh karena ada tempat2 yang perlu perhatian khusus selama di jalan dan kira2 pada waktu magrib2.. baru sampai di warung mang idi sekitar jam setengah sebelas. kita makan nasi goreng, minum soda susu, bisa mandi2 juga, packing ulang ataupun nginep nunggu pagi. soalnya angkot dari taman cibodas ke jalur puncak kalau malam gak pada ada, jadi mending tunggu pagi di warung mang idi, gratis nginep di situ, tempat luas pula. daripada carter angkot bisa mahal. uda gitu dari jalur puncak bisa langsung ke rambutan atau ke depok sekalian, cuma yang ke depok busnya agak jarang. waktu itu juga gak nyoba pake bis pulangnya, tapi di jemput langsung dari taman cibodas, enaknya!! begitulah!!menunggu kesempatan untuk ke gunung lagi…atau ketempat lainnya lah.. gunung kembar?belum saatnya,,lagian lagi gak ada pula.

view dari surken timur

view dari surken timur

ingin presiden seperti apa si?

2009 April 30
by suprai

huaaahh..

berita tivi sampai sepuluh hari kedepan sepertinya akan monoton isinya. tentang si ini bangun koalisi dengan si itu, si anu coba deket2in si una. ya itu-itu aja. kemudian dibumbui flashback kejadian-kejadian satu minggu sebelumnya seolah-olah diurutin alur ceritanya seperti dongeng.

isinya ya itu2 aja.tentang  capres dan cawapres.kadang si tertarik, tapi banyak bosennya.karena punya kepengenan presiden seperti apa, ya dan pilihan yang disuguhkan dalam tivi itu uda pasti ada gambarannya cuma itu, kira2 es bi way, je ka dan mega. haa, kalau prabowo punya kesempatan maju sepertinya menjadi seru. saya baru tertarik. ada dua jenderal beradu. kalau cuma satu jenderal. malas bertaruh.
kalau cuma tiga, mendingan dua aja sekalian. satu koalisinya demokrat dengan PKS dan PKB. sisanya jadi koalisi untuk melawannya. koalisi untuk kepentingan bangsa. tapi yah sepertinya mustahil. para sekjen  bilang koalisi untuk kepentingan bangsa, ya tapi masing2 pengen jadi capresnya. ya ide bagus kalau mereka mau tetap nyapres coba di republik sebelah lagi buka lowongan gak. republik mimpi, repulik BBM dan republik aing-aing.

partai saya sendiri, partai rembulan bersinar kembali tetap ikut barisan koalisi. tapi gak ngotot ikut nyodorin capres di republik kompor. padahal partai saya ini nomor dua perolehan suaranya. cuma kalah 7 persen suara dari partai pemenang, yaitu partai matahari gembira.saya sendiri yang telah terbiasa memerintah pada kehebingan malam, gapapa kalaupun nanti kalah. dengan tegak kepala jadi oposisi. matahari kan gak mungkin juga gembira kalau rembulan gak bersinar kembali.

Hasil Pemilu Legislatif 2009 Mengejutkan

2009 April 11
by suprai

Hasil pemilu legislatif 2009 termasuk mengejutkan. Setidaknya Partai Demokrat sudah bisa dinyatakan sebagai pemenang, karena hasil hitung cepat beberapa lembaga survey menunjukkan kestabilan angka, yaitu di sekitar 20%.Sementara itu, pemenang pemilu tahun 2004, Golkar terjungkal perolehan suaranya menjadi sekitar 14-15%. Golkar mengalami penurunan suara sekitar 8%. Sementara PDIP mengalami penurunan sekitar 4% dari pemilu tahun 2004.

Hasil sebagai runner-up, atau bahkan malah mendapat nomor 3 dibawah PDIP merupakan musibah bagi Golkar. Hasil ini harus diakui sebagai petaka bagi JK. Petaka pertama, pencalonannya sebagai capres menantang SBY akan sulit terwujud. Golkar sudah bukan pemenang lagi dan tidak bisa mengajukan capres sendiri. Kalaupun berkoalisi dengan PDIP, akan sulit karena sama-sama ngotot mencalonkan presiden sendiri sementara hasil perolehan suaranya bersaing. Pilihan paling realistis bagi Golkar adalah kembali berkoalisi dengan Demokrat. Permasalahnnya adalah, mampukah JK membawa gerbong Golkar untuk koalisi lagi dengan Demokrat?

Petaka kedua, berkaitan dengan posisinya sebagai ketua umum Golkar. Hasil pemilu yang hanya 14% menunjukkan kegagalannya sebagai ketua umum. Dapat dipastikan dalam munas Golkar berikutnya, JK tidak lagi terpilih sebagai ketua umum. Kalau JK kembali jadi wapres, mungkin ceritanya bisa lain. Sementara itu, desakan elit golkar untuk mendukung kembali Akbar Tanjung bersaing dengan JK mewakili golkar semakin kuat.

hasil quick count pemilu 2009 :

LSI (Saeful Mujani) : DEMOKRAT 20,46%; PDIP 14,41%; GOLKAR 13,98%; PKS 7,84%; PAN 5,74%; PPP 5,23%; PKB 5,18%; GERINDRA 4,59%; Hanura 3,72%

LSN : DEMOKRAT 20,22%; GOLKAR 14,79%; PDIP 13,98%; PKS 7,37%; GERINDRA 6,51%; PPP 5,33%; PAN 4,97%; PKB 4,62%; Hanura 3,43%

LSI (Denny JA) : DEMOKRAT 20,34%; GOLKAR 14,85%; PDIP 14,07%; PKS 7,82%; PAN 6,07%; PPP 5,29%; PKB 5,20%; GERINDRA 4,20%; Hanura 3,49%

Cirus (Adrinof C) : DEMOKRAT 20,61%; GOLKAR 14,57%; PDIP 14,26%; PKS 7,45%; PAN 5,8%; PKB 5,63%; PPP 5,31%; GERINDRA 4,27%; Hanura 3,5%

Data diakses dari www.detik.com 11/04/2009 pkl 13.06 wib

Hari Ini Ngomongin Tahap Perkembangan Anak

2009 March 21
by suprai

Hari ini aku dan kawan-kawan ketemu sama Emban. Emban itu lagi mengandung, perutnya sudah gede, uda sembilan bulan kayaknya.

Lantas, emban yang sedang hamil itu bertanya, “kalo kita makein sepatu untuk anak usia 5 tahun menurut kamu gimana? atau gimana kalo kita minta anak umur 6 tahun buat nyeritain kenapa dia masih juga ngompol? atau lagi, gimana berbicara tentang seks ketika ada anak usia 8 tahun nanyain itu? menurut kalian?”

“Emm..menurut aku si kalo anak lima tahun uda bisa pake sepatu lah, trus kalo minta anak 6 tahun untuk bercerita, bisa aja, umur segitu kan uda umur SD, sedangkan kalo ngomongin seks pada anak-anak,,,emm susah juga ini, dulu si pas aku kelas tiga dan nanya tentang apa itu syahwat, kakak aku cuma bilang, nanti kamu tahu kalo uda gede.”

Sebenarnya bagi kita orang dewasa, apalagi bagi yang belum punya momongan, anak kuliahan, pertanyaan begitu gak nyangkut di pikiran, (ngomongin itu, UTS masih di depan mata cuy).

Lanjut!

Jadi, Emban terus ngomongin kalo tumbuh kembang anak itu setidaknya dilihat dari tiga aspek, yaitu level kognisi, emosi atau psikososial dan moralnya. Level psikososial kita bagi lagi menjadi lima klasifikasi perkembangan anak. Pertama, saat anak baru lahir sampe umur satu tahun. Emban bilang, istilah psikologinya adalah masa trust dan mistrust, anak itu ngerasain apakah dunia ini bersahabat, aman ataukah ternyata sebaliknya. Kalo dia ngerasain aman dan nyaman akan muncul trust begitu juga sebaliknya. karena itu, anjuran untuk nyusuin anak sampe umur dua tahun menurut aku terlihat banget faedahnya. Anjuran itu setidaknya juga membuat anak untuk selalu dalam dekapan ibunya, enggak dititipin ke pengasuh atau nenek. Jangan salah lo, kalo dari umur satu tahun sering dititipin bisa jadi dia tetap manggil orang yang melahirkannya mama, dan manggil pengasuhnya pake nama ibu, karena trust.

Kedua, saat anak umur 2-3 tahun Emban bilang masa autonomy vs doubt. Di usia ini anak suka membuat pilihan-pilihan dan mulai coba-coba. Kan uda mulai bisa jalan, ngomongnya uda bisa bilang “mama-mama” dan sebagainya. Pola asuhan di usia ini akan sangat menentukan lho buat perkembangan selanjutnya. Lalu ketiga, pada saat anak umur 4-5 tahun merupakan masa initiative vs guilt. anak itu mulai tegas dalam eksplorasi dunia melalui imajinasi dan pengalaman.

Keempat, umur 6-12 tahun, terdapat masa industry vs inferiority. Kebanyakan adalah pengembangan bakat dan kemampuan, mencapai kompetensi dan coba menemukan tempat di dunia. di umur ini nih, kelihatan banget anak ini pede atau enggak. di umur segini merupakan masa mulai banyak intervensi dari lingkungan. contohnya ya, anak uda mulai masuk SD. di sini juga mulai pra puber.

Kelima, usia 12-18 tahun, adalah masa identity vs role confesion, emban si jelasinnya di masa ini anak mengembangkan identitas diri sendiri, menerima diri sendiri dan madiri.

Kata Emban

Bersama anak-anak khususnya balita, perbanyak kata-kata atau kalimat yang bernada pertanyaan, gunanya buat merangsang inisiatif anak. Jadi jangan terlalu banyak instruksi,anak jadi kurang kesempatannya untuk inisiatif.

Trus kalo anak nanya tema-tema tentang seks, jangan lantas menghindar seperti mengalihkan dengan “nanti kamu kalo uda gede juga tau” nanti dia malah cari tau dari sumber lain. Jangan pula berekspresi kaget kalo negdapetin anak nanya tentang itu, karena akan membuat anak makin penasaran. Biasa aja, tema itu sama saja dengan tema-tema lainnya. Yang perlu diperhatiin adalah bagaimana membahasakan dengan kata-kata yang anak-anak pahami dan cari tahu dulu dari sudut pandang anak, ini untuk memancing dari mana anak tahu tema itu sebelumnya. Contoh ni, Emban ditanya sama anak cewek kelas tiga SD, “Mban, seks itu apa si?” Tanya dulu, menurut kamu apa? Baru kita jawab misalnya, itu adalah hubungan laki-laki sama perempuan kalo sudah menikah.

Enggak semua anak itu kritis, dalam artian kalo kita uda jawab sekali lantas dia nanya lagi untuk menghilangkan rasa ingin tahunya. Untuk anak tipe ini, jawab seperlunya, jangan terus dijor-jorin secara mendetail, seks itu begini begitu..

Begitulah pertemuan kali ini dengan Emban, moga besok persaliannya lancar ya Mban..